Informasi Fakta

Selasa, 20 Desember 2022

Studi: Virus Corona Bertahan 21 Hari di Frozen Food, Apakah Berbahaya?

 Jangan panik dulu, ini kata para ahli


Hingga saat ini penularan utama COVID-19 masih berasal dari droplet, udara yang beraerosol, serta melalui benda yang terpapar droplet pasien. Namun studi baru dari Singapura mengungkapkan bahwa virus corona atau SARS-CoV-2 dapat bertahan pada frozen food atau makanan beku hingga tiga minggu.

Temuan tersebut tentu membuat publik bingung dan khawatir akan makanan yang dikonsumsinya. Namun apakah benar virus yang ada di frozen food tersebut bisa menular dan berbahaya? Simak penjelasannya berikut ini!

1. Studi: Virus bisa bertahan hingga 21 hari di permukaan makanan beku


Penelitian yang dimaksud berjudul "Seeding of outbreaks of COVID-19 by contaminated fresh and frozen food" dan dipublikasikan oleh bioRxiv. Tim meneliti potongan daging ayam, babi, dan ikan salmon beku sebagai sampel.

Mereka menempelkan sampel SARS-CoV-2 di makanan tersebut, kemudian menyimpannya di dalam suhu 4 hingga -20 derajat celcius, seperti standar pembekuan. Hasilnya cukup mengejutkan, virus ternyata bisa bertahan hingga 21 hari. 

"Kontaminasi makanan mungkin terjadi dan bertahannya virus selama pengangkutan dan penyimpanan dimungkinkan. 

"Kami percaya bahwa makanan yang diimpor bisa mentransferkan virus ke para pekerja dan lingkungan sekitarnya pula," tulis peneliti di laporannya. 

 

2. Studi tersebut belum melewati tahap peer-review


 

Perlu diketahui bahwa studi terbaru itu masih belum melewati tahap peer-review atau penilaian dari rekan sejawat. Jadi, pernyataan yang tercantum di dalamnya belum boleh dianggap sebagai kesimpulan dan panduan klinis. 

Sebagai tambahan pernyataan, peneliti menegaskan bahwa makanan tidak termasuk jalur utama penularan COVID-19. Hasil temuan ini ingin meminta masyarakat agar selalu waspada dengan semua kemungkinan yang ada, bahkan pada makanan beku sekalipun. 

3. CDC: Belum ada bukti kuat mengenai penularan lewat makanan


Hal yang serupa juga pernah ditemukan beberapa kali. Salah satunya di Tiongkok. Para peneliti setempat menemukan adanya genetik virus di kemasan makanan laut beku. 

Walaupun begitu, hingga saat ini Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menegaskan bahwa belum belum ada bukti yang kuat mengenai penularan lewat makanan. Sebab potensi tersebut dinilai terlalu kecil.

Melalui lamannya, mereka mengatakan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan penularan COVID-19 yang terjadi melalui makanan, kemasan makanan, atau bahkan tas belanja. Terlebih lagi, makanan diproses dalam suhu tinggi, virus tidak akan bertahan dan menular di kondisi seperti itu. 

4. Apakah virus yang ada di makanan bisa menularkan COVID-19? Ini kata ahli!


Menyoal virus yang bertahan di makanan beku, Sidrotun Naim, Ph.D., M.P.A., virolog dan analis kebijakan Indonesia Strategic Institute (Instrat) Bandung mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu terlalu panik. Sebab, virus yang menempel belum tentu bisa menginfeksi. 

"Jangan lupa, misal di udang beku atau ikan beku terdeteksi SARS-CoV-2 dengan RTPCR, itu tidak menjelaskan masih infectious atau tidak. Hanya membuktikan "ada"," jelas Sidtrotun Naim saat dihubungi IDN Times.

Pernyataan yang serupa juga dilontarkan oleh para ahli lain. Mereka sepakat bahwa virus yang menempel pada makanan memiliki risiko penularan yang jauh lebih rendah daripada droplet dan kontak langsung dengan pasien. Terlebih lagi, jika makanan beku itu melalui periode waktu yang panjang sebelum sampai ke konsumen. 

Ini terjadi karena kekuatan virus untuk menginfeksi terus menurun setelah keluar dari inangnya. Materi genetik mungkin masih ada di sana, namun mereka semakin lemah di luar tubuh kita. 

"Bahkan di permukaan yang membeku seperti itu, kamu akan melihat virus mengering sehingga sifatnya menjadi tidak menular," kata ahli epidemiologi University of North Carolina, Rachel Graham kepada Business Insider.

5. Rekomendasi untuk melindungi diri dari virus yang mungkin menempel di makanan beku


Para ahli menyarankan agar publik tidak panik karena studi tersebut. Ada beberapa rekomendasi yang bisa kamu terapkan saat membeli atau menerima makanan beku agar kamu tetap merasa aman. Berikut ini di antaranya:

  • Cuci tanganmu dengan air dan sabun setelah menyentuh kemasan;
  • Ketika makanan beku sudah sampai di rumah, langsung simpan di dalam kulkas;
  • Kamu juga bisa memindahkannya dari kemasan awal ke wadah yang kamu miliki;
  • Jangan lupa masak makanan beku dengan suhu tinggi hingga matang.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa memang benar SARS-CoV-2 bisa bertahan di makanan beku hingga 21 hari atau tiga minggu. Namun ini bukan berarti mereka masih bisa menularkan COVID-19 kepada kita ketika menyentuh atau memakannya. 

Namun jangan biarkan hal ini membuatmu lalai. Terus lakukan upaya pencegahan yang disarankan oleh lembaga-lembaga kesehatan karena pandemik masih belum usai. Jaga jarak dengan orang lain, hindari tempat ramai, selalu cuci tangan, dan gunakan maskermu. 

Minggu, 18 Desember 2022

10 Tips Memasak French Fries Frozen biar Gak Lembek, Krispi Banget!

 Gak kalah enak dengan french fries milik restoran fast food


Saat memasak french fries atau kentang goreng, seringkali hasilnya lembek dan gak krispi. Tidak seperti di gerai-gerai makanan cepat saji yang krispi dan gurih. 

Nah, ternyata bisa jadi cara memasak kita yang salah. Yuk, simak beberapa tips memasak french fries di bawah ini, biar teksturnya lebih krispi!

1. Masak sebungkus french fries dalam waktu bersamaan. Kalau bungkus sudah dibuka, freezer burn muncul, ini yang bikin french fries gak enak


2. Sebelum dimasak di dalam oven, baluri garam, lada hitam, bubuk bawang putih, dan minyak pada french fries. Barulah masukkan ke dalam oven, lalu panggang sampai matang


3. Kalau menggunakan oven, panaskan dulu sebelum menambahkan french fries, supaya tekstur luarnya krispi dan bagian dalamnya lembut


4. Gantikan baking sheet dengan rak oven saat memanggang, biar matangnya merata. Peredaran udara lebih lancar daripada menggunakan baking sheet


5. Gak punya oven? Gunakan air fryer biar makin krispi. Masukkan french fries saat suhunya telah mencapai 400 derajat Fahrenheit


6. Masak french fries dengan wajan biasa. Tuang minyak hingga memenuhi sekitar 1/4 inci wajan dengan api medium, barulah goreng sesuai selera


7. Hindari menggunakan microwave, karena bikin teksturnya jadi lembek. Secara gak langsung, microwave bekerja seperti mengukus makanan


8. Kalau ingin lebih krispi, goreng dua kali dengan suhu sekitar 130 derajat Celsius dan 180 derajat Celsius


9. Berikan perasan jeruk, cuka, atau saus pedas di atas french fries yang sudah matang. Bahan-bahan asam ternyata bikin rasa kentang makin lezat


10. Taburi garam langsung setelah french fries digoreng dalam keadaan masih panas. Nantinya, garam akan menempel sempurna


Nah, itulah tips memasak french fries frozen biar gak lembek dan lebih krispi. Semoga gak gagal lagi kalau sudah mengikuti tips di atas, ya!
Responsive Leaderboard Ad Area

Rabu, 14 Desember 2022

10 Kesalahan Menyimpan Makanan Frozen yang Bikin Cepat Basi

 Perhatikan cara menyimpan makanan, biar gak jadi penyakit


Frozen food yang kamu beli atau bikin sendiri memang selalu bisa diandalkan sebagai stok makanan. Masalahnya, gak semua orang bisa menyimpan frozen food dengan baik. Akhirnya, berujung pada makanan kehilangan rasa dan tekstur aslinya.

Duh, biar kamu gak salah, cobalah perhatikan beberapa kesalahan menyimpan frozen food berikut ini! Dijamin rasa makanan tetap enak dan nikmat.

1. Menyimpan daging frozen dari supermarket dengan packaging aslinya. Baiknya bungkus dengan foil, lalu letakkan di dalam freezer bag, biar bisa awet lebih lama


2. Membiarkan es krim dengan wadah terbuka untuk disimpan di freezer. Bungkus dengan plastic wrap, biar bisa mencegah terbentuknya kristal es dan tak terkontaminasi bakteri


3. Gak memerhatikan suhu yang diperlukan untuk menyimpan frozen food. Setidaknya, kamu harus menjaga suhu freezer sekitar -18 derajat Celsius, biar kualitas tetap baik


4. Lupa membungkus makanan dengan baik, sehingga terjadi freezer burn. Makanan jadi kehilangan tekstur dan rasa aslinya, lho


5. Menggunakan wadah terbuka untuk menyimpan berbagai makanan di dalam freezer. Dijamin freezer kamu jadi bau busuk, semua makanan pun terkontaminasi bakteri


6. Memasukkan frozen food ke dalam satu wadah, sehingga terlalu penuh. Sisakan sedikit ruang, biar wadah gak terbuka sendiri selama disimpan


7. Meletakkan makanan frozen yang lama di bagian paling belakang freezer. Pindahkan makanan yang lama ke depan saat memasukkan bahan makanan baru


8. Tidak memberikan label waktu pada wadah frozen food. Akhirnya, kamu lupa mana yang harus segera digunakan dan tidak, berujung pada sia-sia


9. Memiliki anggapan ketahanan frozen food semua sama. Setiap makanan punya ketahanan berbeda, ada yang hanya beberapa hari, atau beberapa bulan


10. Kalau terjadi pemadaman listrik, sebaiknya biarkan pintu freezer tetap tertutup, biar gak ada perubahan suhu di dalamnya. Nantinya, bikin bakteri cepat tumbuh


Itulah beberapa cara dan tips menyimpan frozen food dengan benar. Kamu sudah melakukan semuanya, belum?
Responsive Leaderboard Ad Area

Kamis, 08 Desember 2022

Pengertian Frozen Food Mulai dari Sejarah Hingga Jenis Makanannya

 


Dalam beberapa tahun terakhir, banyak orang yang menggemari jenis makanan frozen food. Bahkan, sejak pandemi yang telah melanda dunia, frozen food adalah salah satu jenis makanan yang sangat laris di pasaran. Hal tersebut membuat banyak sekali UKM hingga level industri yang kerap menjajakan makanan jenis frozen food ini.

Mungkin sebagian orang masih belum memahami apa itu frozen food dan apa saja jenis-jenisnya. Dalam artikel ini kita akan bahas lebih mendalam tentang apa itu jenis makanan ini hingga seperti apa sejarahnya. Tanpa berlama-lama, mari simak ulasannya berikut ini.


Pengertian Frozen Food


Pada dasarnya, frozen food atau yang sering juga disebut sebagai makanan beku ini adalah jenis makanan cepat saji yang diawetkan dalam teknik pembekuan selama beberapa bulan.

Makanan ini akan disimpan pada kulkas atau lemari pendingin dengan suhu sekitar -18 derajat Celsius atau bahkan lebih rendah. Dengan begitu, makanan ini bisa tahan lebih lama. Umumnya, pembuatan jenis makanan beku ini harus melalui tahapan-tahapan sebagai berikut:

  • Raw material (bahan baku)
  • Pencetakan atau forming
  • Pelapisan (coating)
  • Penggorengan (frying)
  • Pembekuan (freezing)
  • Pengemasan (packaging)

Pengertian Frozen Food Menurut Para Ahli

Adapun beberapa pendapat para ahli tentang pengertian frozen food adalah sebagai berikut:

  • Indah Sarwuni (2021): Frozen food adalah serangkaian proses pengawetan di dalam produk makanan dengan berbagai langkah. Dengan mengubah seluruh kandungan air menjadi bentuk, sehingga aktivitas tersebut mampu menghambat pembusukan serta memiliki batas waktu penyimpanan.
  • Wikipedia (2020): Frozen food adalah sebuah produk makanan yang bertujuan dalam pengawetan makanan untuk bisa terjaga kualitas makanannya. Seperti diketahui, pada zaman dahulu para petani dan nelayan telah melaksanakan proses pengawetan pada hasil yang dihangatkan pada musim dingin.

Sejarah Frozen Food


Keberadaan frozen food sudah ada sejak 3000 tahun sebelum masehi. Saat itu, masyarakat Cina kuno mulai bisa menggunakan es untuk dapat mempertahankan makanannya sepanjang musim dingin. Hal itu juga dilakukan oleh orang Romawi yang dapat memakai salju untuk dapat membekukan makanannya.

Pada era yang sedikit modern, frozen food diperkenalkan sejak tahun 1930. Di daerah Springfield, Massachusetts, seseorang bernama Clarence Birdseye mengenalkan konsep makanan beku ini pada masyarakat. Dia menggunakan tanaman sayuran, buah-buahan, seafood, dan daging beku yang dijual pada masyarakat.

Sedangkan di Indonesia sendiri konsep frozen food telah diperkenalkan oleh orang Cina dan juga Jepang. Sejak saat itu, frozen food terus mengalami perkembangan dan bisa dinikmati hingga sekarang.


Karakteristik Frozen Food


Frozen food memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan jenis makanan lainnya. Beberapa karakteristik pada frozen food adalah sebagai berikut.

1. Memiliki label kedaluwarsa dan tanggal pembuatannya

Karakteristik pertama dari frozen food adalah memiliki label kedaluwarsa pada pembungkusnya. Hal tersebut sangat penting untuk menjaga kandungan makanan di dalamnya sebelum nanti akan dikonsumsi. Hal ini juga berlaku untuk tanggal pembuatannya agar konsumen bisa mengetahui sejak kapan makanan ini dijual.

2. Sudah dibungkus pada kemasan khusus

Pada dasarnya, frozen food ada yang dibungkus pada kemasan dan ada juga yang dijual dalam keadaan terbuka. Untuk frozen food curah memang memiliki harga yang murah, akan tetapi makanan tersebut bisa saja mudah terkontaminasi.

Selain itu, kemasan pada frozen food rata-rata sudah didesain khusus. Contohnya pada sosis yang memakai Devro Polyamide Casing dan ABASTOL 2060 S. Fungsinya adalah menjaga tekstur sosis agar tetap kenyal dan menjaga kadar airnya sehingga tidak mudah rusak.


Jenis-jenis Frozen Food


Berbagai jenis makanan yang termasuk ke dalam frozen food adalah sebagai berikut:

1. Nugget

Jenis frozen food yang paling terkenal adalah nugget. Bisa dikatakan, nugget adalah hasil pengolahan daging ayam atau sapi yang memiliki cita rasa tersendiri. Saat ini, nugget menjadi salah satu produk olahan daging yang berkembang pesat, khususnya jenis nugget ayam.

Bahan baku nugget ayam adalah potongan daging ayam, tepung-tepungan, dan juga bumbu-bumbuan. Di dalam pengolahan sebuah Industri, nugget ayam melalui berbagai tahapan. Pertama, daging ayam akan digiling sampai halus. Setelah itu, gilingan tersebut dicampur dengan tepung, bumbu, dan air hingga menjadi emulsi.

Kemudian, emulsi itu diberikan pelapis basah dan juga pelapis kering, lalu digoreng sampai matang. Setelah matang, nugget ayam akan dibekukan pada suhu yang rendah sampai beku. Terakhir, produk tersebut dapat dikemas dan dapat dijual.

2. Sosis

Selain nugget, sosis juga sering dijadikan salah satu frozen food yang terkenal. Secara umum, sosis terbuat dari daging cincang, lemak hewan, dan berbagai rempah-rempahan lainnya.

Sosis juga sering dibungkus dalam sebuah pembungkus yang secara tradisional memakai usus hewan. Namun, saat ini sosis sudah memakai bahan sintetis serta diawetkan dengan berbagai cara seperti pengasapan. Dari sisi pemasaran, sosis sering dikemas dengan memakai plastik dan berbentuk seperti es lilin yang bisa langsung dikonsumsi tanpa perlu dimasak.

Pada dasarnya, pembuatan sosis merupakan teknik produksi dan pengawetan makanan yang sudah dilakukan sejak sangat lama. Pada banyak negara, sosis merupakan topping populer untuk pizza dan memiliki banyak jenis seperti sosis matang dan mentah.

3. Bakso

Hampir semua masyarakat Indonesia menyukai makanan bakso. Makanan yang satu ini adalah bola daging yang umumnya merupakan campuran daging sapi giling dan juga tepung tapioka. Meskipun begitu, ada juga jenis bakso yang terbuat dari daging ayam, ikan, hingga udang.

Dalam beberapa tahun terakhir, bakso mulai ditawarkan dalam bentuk frozen food dan dijual dalam pasar swalayan maupun mall. Bahkan, irisan bakso tersebut bisa dijadikan pelengkap jenis makanan lainnya. Contohnya seperti mie goreng, nasi goreng, maupun capcay.

4. Kentang goreng

Di berbagai supermarket, kamu bisa menemukan kentang goreng dalam bentuk frozen food. Tentunya makanan ini sangat praktis karena kamu hanya perlu menghangatkannya lagi dengan cara digoreng. Selain itu, kentang goreng versi frozen food juga sering dijadikan usaha jajanan murah yang cukup menguntungkan.

5. Siomay

Siomay juga termasuk frozen food yang cukup banyak diminati oleh masyarakat. Makanan ini juga merupakan satu jenis dengan dimsum dan memakai kulit pangsit yang isinya adalah daging ayam, udang, maupun kepiting. Selain itu, bahan pembuatan siomay juga dicampur dengan sagu atau tepung tapioka.

Pada beberapa daerah, siomay ini tidak selalu dibungkus dalam kulit pangsit. Bahkan, siomay ini bisa disajikan dengan berbagai jenis pelengkap. Contohnya di Jawa Barat, siomay populer dengan nama bakso tahu. Biasanya, siomay juga disajikan berdampingan dengan telur ayam rebus, kentang, kubis, peria, tahu putih, dan tahu kulit yang diisi adonan tapioka.

Nah, itulah pengertian frozen food, mulai dari sejarah hingga jenis makanannya yang populer di Indonesia. Setelah memahami apa itu frozen food, apakah kamu tertarik untuk mulai menjalankan bisnis jenis makanan yang satu ini?


Selasa, 06 Desember 2022

Resep Ayam Ungkep Frozen, Lebih Awet dan Bisa Dinikmati Kapan pun

 Bisa tahan hingga enam bulan, lho


Ayam menjadi bahan makanan yang paling disukai banyak orang. Gak hanya lebih murah daripada daging sapi, tetapi rasanya pun lezat.

Sayangnya, memasak ayam terkadang membutuhkan waktu lama. Ayam harus dimarinasi dahulu sebelum dimasak.  

Nah, biar lebih praktis, kamu bisa membuat versi frozen-nya. Berikut cara membuat dan resep ayam ungkep frozen yang bisa digoreng kapan pun!

1. Bahan-bahan yang diperlukan


Bahan-bahan:

  • 1 kg ayam
  • 500 ml air kelapa
  • 2 lembar daun salam
  • 2 lembar daun jeruk
  • 2 sendok makan minyak
  • 1/2 sendok teh lada bubuk
  • 1/2 sendok teh kaldu bubuk

Bahan bumbu halus:

  • 5 siung bawang putih
  • 4 siung bawang merah
  • 3 butir kemiri yang telah disangrai
  • 2 ruas kunyit
  • 2 ruas lengkuas
  • 1 ruas jahe
  • 2 sendok makan ketumbar
  • 1 batang serai yang diambil putihnya
  • 1/2 sendok teh jintan
  • garam secukupnya 

2. Tumis bumbu halus sampai harum


Masukkan semua bahan bumbu halus ke dalam blender, haluskan. Siapkan wajan yang telah diberi sedikit minyak, panaskan. Tumis bumbu halus bersama daun salam dan daun jeruk sampai harum. Tuang air kelapa ke dalam wajan, didihkan dahulu. 

3. Masukkan ayam ke dalam kulkas selama 24 jam


Tuang bumbu halus ke dalam wadah berisi potongan ayam. Tutupi rapat, kemudian masukkan ke dalam kulkas selama 24 jam. Keluarkan dari kulkas, lalu masak kembali dengan air kelapa selama setengah jam. 

4. Simpan ayam di dalam freezer


 

Matikan api, biarkan ayam dingin dahulu. Simpan ayam di dalam wadah tertutup, kemudian masukkan ke dalam freezer.

Ayam ungkep frozen akan bertahan hingga setengah tahun alias enam bulan. Kamu bisa menggorengnya kapan pun jika ingin menikmatinya. 

Setelah mengikuti cara membuat dan resep ayam ungkep frozen di atas, proses memasakmu jadi lebih praktis dan hemat waktu, deh. Coba, yuk!

Senin, 05 Desember 2022

10 Macam Frozen Food yang Cocok Jadi Peluang Bisnis, yuk Jualan!

 Mulai dari nugget hingga sayuran beku


Tren konsumsi makanan beku atau yang biasa dikenal frozen food kian meroket semenjak pandemi berkat kepraktisan penyajian hidangan. Kemunculan berbagai restoran all you can eat juga membuktikan bahwa frozen food cukup digemari di Indonesia. Saat bulan Ramadhan, hidangan ini pastinya masuk list untuk berbuka maupun sahur.

Meningkatnya ketergantungan konsumsi produk makanan beku ini membuka peluang bisnis yang menjanjikan. Sebelum terjun ke bisnis ini, tak ada salahnya untuk melakukan riset mengenai jenis makanan beku yang berpotensi terus dicari konsumen mengingat jenis produk ini sangat beragam.

Langsung saja simak, berikut 10 macam frozen food yang cocok jadi peluang bisnis.

1. Nugget


Nugget merupakan jenis frozen food yang tak lekang oleh waktu. Produk yang memuncaki peringkat teratas jenis frozen food ini digemari oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia.

Bahan dasar nugget kini tidak hanya terbatas pada daging ayam, tapi juga daging sapi dan ikan. juga telah berkembang. Bahkan, nugget memiliki variasi level kepedasan dan bentuk yang beraneka ragam, mulai dari huruf alfabet hingga binatang. Berkat rasanya yang enak dan kepraktisan penyajiannya, nugget menjadi primadona frozen food hingga saat ini.

2. Sosis


Produk frozen food paling laris berikut tidak kalah terkenalnya dengan nugget. Baik berbahan dasar ayam atau daging sapi, sosis kerap dijumpai dalam bentuk camilan atau olahan masakan. Uniknya, ada jenis sosis yang bisa langsung dinikmati tanpa harus diolah terlebih dahulu.

Selain praktis dan rasanya yang lezat, produk instan ini digemari karena banyaknya variasi yang ditawarkan. Dengan penyimpanan yang tepat pada suhu rendah, sosis dapat awet dalam waktu yang lama sehingga dapat dimasak sewaktu-waktu.    

3. Bakso


Tak hanya bisa ditemukan di pinggir jalan, bakso kini hadir dalam bentuk makanan instan yang bisa kamu konsumsi di rumah kapan saja. Terbuat dari daging ayam, sapi, atau ikan pilihan, bakso memiliki cara penyajian yang beragam.

Ada bakso yang melalui proses perebusan, penggorengan, pembakaran, atau diolah bersama masakan lainnya. Hidangan praktis ini bisa kamu nikmati sendirian atau saat kumpul keluarga.

4. Daging sapi dan ayam


Daging sapi dan ayam beku sering dilirik oleh ibu rumah tangga dan mahasiswa. Bagaimana tidak? Makanan siap olah ini dikemas secara higienis, lebih praktis, dan hemat waktu penyajian, berbeda dengan daging sapi dan ayam pada umumnya yang harus dicuci dan dibersihkan sebelum dikonsumsi. Tak hanya itu, produk frozen food ini hadir dengan varian rasa dan bumbu yang bisa kamu sesuaikan dengan selera. 

Meski kualitas antara daging sapi dan ayam beku dengan yang segar berbeda, kandungan gizinya tetap sama. Satu-satunya aspek yang membedakan adalah cara pengolahannya. Apapun pilihanmu, kesehatan adalah yang utama.

5. Ikan dan seafood


Bila kamu bosan dengan produk olahan daging atau ayam, kamu bisa mencoba frozen food ikan dan seafood. Produk bisa diandalkan saat ingin ganti suasana atau tidak ada waktu menyiapkan masakan ikan atau seafood.

Seafood yang dikemas juga cukup beragam. Kamu bisa menemukan ikan, udang, hingga cumi-cumi. Dengan produk frozen food ini, kamu tidak perlu repot-repot pergi ke restoran hanya untuk menyantap sajian ikan dan seafood.

6. Dimsum


Selain daging sapi, ayam, dan seafood beku, produk dimsum juga laris, lho. Camilan beku yang termasuk chinese food ini sangat digemari berkat rasanya yang tiada duanya. Dimsum bisa kamu temukan dalam berbagai varian rasa dan bentuk. Bahkan, yang diolah dengan campuran sayuran di dalamnya.

Dengan produk yang sudah beku dan berbumbu, kamu bisa menikmati dimsum kapan saja. Mayoritas konsumen mengolahnya dengan cara direbus atau digoreng. Produk ini paling nikmat disantap ketika masih hangat.

7. Tempura


Penyuka makanan Jepang pastinya tak asing dengan produk yang satu ini. Seperti hanya dimsum, tempura juga banyak diincar konsumen karena rasanya yang lezat dan tak membosankan. 

Frozen food jenis ini terbuat dari udang maupun ikan yang sudah digiling. Selanjutnya, dicampur dengan wortel dan bumbu penyedap sebelum dilumuri tepung roti. Uniknya, tempura dibentuk memanjang menyerupai otak-otak.

8. Spring rolls


Aneka macam frozen food yang cocok untuk dijadikan peluang bisnis selanjutnya adalah spring rolls. Frozen food yang mirip lumpia ini berisi beragam sayuran bergizi. Hanya saja, cara penyajiannya hanya dapat melalui proses penggorengan. Spring rolls dapat menjadi pilihan praktis buat makanan ringan.

9. Kentang goreng


Berbicara tentang frozen food tak lepas dari kentang goreng atau french fries. Produk ini menjadi camilan praktis yang bisa kamu sajikan dalam hitungan menit. Selama disimpan dalam suhu yang tepat, kentang goreng akan tahan lama.

Menyantap makanan terasa tak lengkap tanpa kentang goreng. Karenanya, kamu sering melihat produk makanan ringan ini disajikan sebagai pelengkap burger atau olahan fast food lainnya.

10. Sayuran


Tak hanya protein hewani, protein nabati juga bisa kamu temukan dalam produk makanan beku. Jenis sayuran yang dipilih bisa menambah energi dan diolah dalam waktu singkat, seperti jagung, wortel, brokoli, buncis, kacang polong, dan edamame. Produk ini bisa kamu temukan dalam olahan sup atau makanan tusuk atau yang umumnya dikenal skewer. 

Itulah 10 macam frozen food yang cocok jadi peluang bisnis. Tak hanya jenis produk, kamu juga perlu menentukan kemasan yang layak digunakan sehingga isi produk terjaga dan tahan lama hingga sampai ke tangan konsumen.

Responsive Leaderboard Ad Area